BACAKORANCURUP.COM - Kapolda Bengkulu, Brigjend. Pol. Mardiyono memastikan akan menindaklanjuti kasus pelajar yang keracunan dugaan pasca mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebong dengan maksimal.
Sejauh ini jajarannya, yakni Polres Lebong telah melakukan penyegelan terhadap dapur umum MBG Kecamatan Lebong Sakti di Desa Lemeupit.
Kondisi pelajar saat di rawat.--
“Bahkan ketua dapurnya telah dilakukan pengamanan untuk sementara oleh pihak penyidik Polres Lebong, nanti sama-sama kita tunggu seperti apa hasilnya,” kata Kapolda saat meninjau langsung kondisi para korban di RSUD Lebong.
BACA JUGA:Tim Ekspedisi Patriot Gelar Audiensi dengan Pemkab Rejang Lebong
BACA JUGA:Ratusan Siswa PAUD Hingga SD Diduga Keracunan MBG
Adapun sampai berita ini dilansir jumlah pelajar yang keracunan, korban Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebong terus bertambah.
Hingga Kamis, 28 Agustus 2025, total korban yang terdata dibawa ke RSUD Lebong sudah tembus 427 orang.
Dari jumlah itu, 364 diantaranya harus menjalani perawatan intensif di RSUD karena kondisinya yang masih rawan. Sementara 63 korban lainnya, sudah dibolehkan pulang ke rumah menjalani perawatan jalan.
BACA JUGA:Rejang Lebong masuk 3 Besar Penurunan Stunting Se-Provinsi
BACA JUGA:Delapan Bulan Laporan Jalan di Tempat, Korban Penganiayaan di Rejang Lebong Tagih Kepastian Hukum
“Sampai sekarang ini korban masih terus berdatangan, namun untuk korban yang terdata jumlahnya sudah di atas 400 orang,” ujar Direktur RSUD Lebong, dr. Eni Efriyani.
Terkait pelayanan terhadap para korban di RSUD, Eni pastikan tidak akan dipungut biaya serupiah pun. Hal itu menindaklanjuti instruksi dari Pemkab Lebong melalui Dinas Kesehatan (Dinkes).