Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Kenapa Tidur di Mobil Bisa Berakibat Fatal ? Waspadai Keracunan CO

Tidur di dalam mobil--

BACAKORANCURUP.COM - Kasus ditemukannya seseorang meninggal dunia di dalam mobil dengan kondisi pendingin udara (AC) menyala kembali mengingatkan masyarakat akan ancaman serius keracunan gas karbon monoksida (CO)

Fenomena ini bukan pertama kali terjadi, baik di Indonesia maupun di berbagai negara lain.

Polanya hampir serupa, yakni mobil dibiarkan menyala dalam ruang tertutup, biasanya garasi rumah, dengan AC yang tetap hidup. Situasi tersebut menciptakan ruang berbahaya yang tidak disadari pengemudi maupun penumpang.

Dalam sejumlah kejadian yang pernah diberitakan, korban ditemukan tak bernyawa setelah tertidur di kursi pengemudi. Dari hasil penyelidikan, pihak kepolisian menyimpulkan penyebab kematian bukanlah karena AC itu sendiri, melainkan gas karbon monoksida yang masuk ke dalam kabin mobil.

BACA JUGA:5 Jenis Daun Herbal Ini Ampuh Atasi Kulit Gatal Secara Alami, Mudah dan Murah !

BACA JUGA:Sundulan Sepak Bola Bisa Merusak Otak ? Ini Fakta Ilmiah yang Wajib Diketahui

Gas ini dapat merembes melalui celah ventilasi atau sistem pembuangan kendaraan, terutama ketika sirkulasi udara tidak memadai. Laporan dari Healthline juga mencatat bahwa kebocoran gas berbahaya menjadi salah satu faktor utama dalam berbagai kasus serupa.

Menurut dr. Hendra Kusuma, Sp.P, seorang spesialis paru di Jakarta, karbon monoksida sangat berbahaya karena sifatnya yang tidak dapat dideteksi secara kasatmata, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa.

Begitu dihirup, gas ini akan langsung masuk ke aliran darah dan berikatan dengan hemoglobin. Ikatan tersebut jauh lebih kuat dibandingkan oksigen, sekitar 200 kali lipat, sehingga oksigen yang seharusnya disalurkan ke seluruh tubuh tergantikan.

Akibatnya, penderita mengalami kekurangan oksigen (hipoksia), kehilangan kesadaran, hingga akhirnya meninggal dunia.

Gas buang dari knalpot kendaraan dapat dengan mudah masuk ke dalam mobil melalui sistem AC atau celah ventilasi.

Dalam ruang tertutup seperti garasi, konsentrasi gas ini bisa meningkat sangat cepat tanpa disadari penghuninya. Bahkan, hanya dalam beberapa menit, kadar karbon monoksida yang menumpuk sudah cukup untuk menimbulkan dampak fatal.

Selain itu, gejala awal keracunan karbon monoksida sering kali samar. Penderitanya bisa merasa pusing, mual, lemas, atau mengantuk, yang kerap disalahartikan sebagai kelelahan biasa. Padahal, pada tahap tersebut kadar oksigen dalam tubuh sudah mulai berkurang.

Jika paparan terus berlangsung, korban bisa kehilangan kesadaran dalam hitungan menit tanpa sempat meminta pertolongan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan