Soda Diet Tidak Benar-Benar Aman, Ini Dampaknya pada Kesehatan Hati
IST Pentingnya untuk tidak bergantung pada minuman diet yang tak selamanya aman--
BACAKORANCURUP.COM - Selama bertahun-tahun, minuman bersoda rendah kalori atau soda diet sering dipromosikan sebagai alternatif "lebih sehat" dibanding minuman manis biasa. Namun, temuan ilmiah terbaru menantang pandangan tersebut.
Sebuah studi yang baru saja dipresentasikan di United European Gastroenterology Week 2025 di Berlin mengungkap fakta mengejutkan, bahwa mengonsumsi satu kaleng soda diet per hari dapat meningkatkan risiko terkena penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD) hingga 60%. Sebagai perbandingan, minuman manis biasa meningkatkan risiko sekitar 50%.
Riset ini dilakukan oleh tim ilmuwan dari First Affiliated Hospital of Soochow University, China, dengan melibatkan hampir 124.000 partisipan yang awalnya tidak memiliki gangguan hati. Studi ini belum diterbitkan secara resmi, tetapi hasil awalnya telah menarik perhatian para ahli gizi dan hepatologi di seluruh dunia.
NAFLD, atau kini dikenal sebagai Metabolic Dysfunction-Associated Steatotic Liver Disease (MASLD), merupakan kondisi di mana lemak menumpuk di organ hati pada individu yang tidak atau jarang mengonsumsi alkohol.
BACA JUGA:Daging Merah Boleh Kok, Asal Tahu Batasnya ! Ini Panduan Sehat dari Ahli Jantung
BACA JUGA:BPJS Tanggung Pengobatan TBC ? Ini Penjelasan, Syarat, dan Prosedur Lengkapnya !
Meski terlihat sepele, kondisi ini berbahaya. Dalam jangka panjang, lemak yang terus menumpuk dapat menimbulkan peradangan, berujung pada fibrosis, sirosis (kerusakan hati berat), bahkan kanker hati.
Secara global, MASLD kini menjadi penyebab utama kanker hati, menggantikan peran hepatitis virus yang dulu mendominasi. Di Amerika Serikat, kasusnya melonjak hingga 50% dalam tiga dekade terakhir, memengaruhi sekitar 38% populasi dewasa. Fenomena serupa juga mulai terlihat di Asia, termasuk Indonesia, seiring meningkatnya konsumsi makanan dan minuman ultra-proses.
"Selama ini, minuman manis sering dikritik karena kandungan gulanya yang tinggi, sementara versi 'diet’-nya dianggap pilihan aman," ujar Lihe Liu, penulis utama penelitian sekaligus mahasiswa pascasarjana di bidang gastroenterologi Soochow University, dikutip dari CNN International (16/10/2025).
"Namun hasil studi kami menunjukkan hal sebaliknya, minuman rendah atau tanpa gula justru berkaitan dengan peningkatan risiko MASLD, bahkan jika hanya diminum satu kaleng per hari," tambah Liu.
Lebih jauh, riset ini juga menemukan hubungan antara konsumsi rutin minuman diet dengan risiko kematian lebih tinggi akibat penyakit hati. Artinya, meskipun tidak mengandung gula, soda diet bukan berarti bebas risiko.
"Temuan kami menantang anggapan bahwa minuman diet tidak berbahaya. Ini menunjukkan perlunya masyarakat meninjau kembali peran minuman tersebut dalam pola makan sehari-hari," kata Liu.
Dalam penelitian ini, para ilmuwan menggunakan data dari proyek jangka panjang UK Biobank, yang memantau kebiasaan minum serta kondisi kesehatan hati peserta selama 10 tahun. Analisis menunjukkan bahwa :
• Mengganti minuman manis dengan air putih dapat menurunkan risiko penyakit hati hingga 13%.