Lebaran di Indonesia Tahun Ini Berubah Total, Ini Data Terbaru!

Ilustrasi Net--

Total jumlah tenaga kerja yang terkena PHK telah mencapai 81.290 tenaga kerja per Januari 2025. Angka ini meningkat 4,26% dari Desember 2025 sebesar 77.965.

Semakin banyaknya jumlah tenaga kerja yang terkena PHK, maka kemampuan atau daya beli masyarakat pun akan menurun. Hal ini dapat berujung pada kesengsaraan masyarakat dalam menjalani hidup.

 

4. Tabungan Masyarakat Terkuras

Bukan hanya daya beli masyarakat yang melemah, namun soal tingkat tabungan kelompok bawah terus dalam tren yang melemah dan merupakan yang terendah saat ini yakni pada level 79,4 (Februari 2025). Angka ini lebih rendah dibandingkan Februari 2024 yakni pada level 82,4. Sejalan dengan kelompok bawah, tingkat tabungan kelompok menengah juga melandai dan merupakan yang terendah sejak Maret 2024.

Dengan semakin terdepresiasinya indeks tabungan kelompok bawah, artinya semakin banyak masyarakat yang melakukan makan tabungan ('mantab') untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

 

5. Impor Konsumsi Turun

Pada Februari 2025, jelang Ramadan dan Lebaran, impor barang konsumsi tercatat turun 10,61% secara bulanan (mtm) dan secara volume penurunannya mencapai 27,63% (mtm). Adapun, secara tahunan, penurunan nilai impor barang konsumsi lebih besar lagi, yakni mencapai 21,05%

"Pertama adalah buah-buahan HS 08, secara bulanan nilainya turun US$ 60,9 juta. Kemudian daging hewan HS 02 yang secara bulanan turun US$ 44,8 miliar dan juga HS 10 atau serelia terutama beras di dalamnya, bulanan turun US$ 37,8 miliar," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, dalam rilis statistik BPS, Senin (17/3/2025).

Untuk diketahui, impor barang konsumsi adalah barang yang dibeli dari luar negeri untuk digunakan langsung oleh masyarakat tanpa melalui proses produksi lebih lanjut. Barang-barang ini biasanya memiliki sifat siap pakai dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

6. Belanja Lesu

Sepinya pusat-pusat perbelanjaan menjelang Lebaran atau Idul Fitri 2025 menjadi fenomena baru di tanah air. Padahal, Lebaran biasanya menjadi momentum masyarakat berbelanja dan berpergian.

Ekonom Bank Mandiri Agus Santoso mengatakan, kondisi itu berpotensi membuat perputaran uang selama periode Lebaran 2025 akan cenderung lebih lambat dibanding tahun lalu. Penyebabnya, masyarakat tak memiliki daya beli untuk berbelanja.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan