Dikenal Miliki Khasiat yang Luar Biasa, Buah Khas Indonesia Ini Diburu Warga Eropa Lho!

ilustrasi/net--
BACA JUGA:Wow ! Tradisi Unik April Mop Ternyata Miliki Sejarah Panjang
BACA JUGA:When Life Gives You Tangerines Jadi Drama Korea Penuh Makna, Beri Banyak Pelajaran Hidup !
Meski demikian, semua catatan tentang breadfruit hanya menjadi angan-angan bagi kebanyakan orang Eropa, sampai akhirnya James Cook berusaha mewujudkannya. Pada 1775, ia meminta ahli botani Joseph Banks untuk mempelajari sukun agar bisa dibudidayakan di wilayah koloni Inggris.
Dalam penelitian tahun 2019 berjudul "Grows Us Our Daily Bread", disebutkan bahwa Banks percaya sukun sangat berguna, dan ia mengusulkan agar Raja George III mengizinkan penanamannya di koloni Inggris sebagai sumber makanan bagi para budak.
Permintaan Banks disetujui, dan bibit sukun pun mulai ditanam di kawasan Karibia dan Amerika Tengah, lalu menyebar ke koloni lain. Negara-negara Eropa juga mengikuti langkah ini, hingga pohon sukun kini tumbuh di berbagai benua, termasuk Afrika dan Asia, dan dikonsumsi secara luas.
Sukun: Superfood dan Solusi Krisis
Awalnya, anggapan bahwa sukun kaya nutrisi hanya berdasarkan pengalaman dan kesaksian, belum dibuktikan secara ilmiah. Tapi seiring waktu, penelitian modern mendukung klaim tersebut.
Departemen Kesehatan Amerika Serikat menemukan bahwa sukun mengandung vitamin C, kalium, magnesium, tinggi serat, serta rendah lemak dan gula. Tak hanya itu, sukun juga dikategorikan sebagai superfood.
Label ini diberikan karena sukun memiliki banyak kelebihan: cepat berbuah, mudah dirawat, tahan terhadap cuaca ekstrem, dan sangat adaptif. Karena itulah, sukun dianggap sebagai solusi potensial menghadapi krisis pangan global akibat perubahan iklim.
Kini, sukun tidak hanya tumbuh di tanah asalnya, Indonesia, tetapi telah menjadi tanaman penting di berbagai penjuru dunia.