Benarkah Stevia Aman ? Ini Fakta Ilmiah Pemanis Alami Pengganti Gula
IST Daun stevia--
BACAKORANCURUP.COM - Dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat terus meningkat. Salah satu wujudnya adalah tren mengurangi konsumsi gula, terutama gula tambahan yang dapat memicu berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.
Sebagai alternatif, banyak orang mulai beralih ke pemanis alami maupun buatan. Dari sekian banyak pilihan, stevia menjadi salah satu yang paling menonjol.
Stevia adalah pemanis alami yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana, yang tumbuh subur di kawasan Amerika Selatan seperti Paraguay dan Brasil. Daun tanaman ini telah digunakan secara tradisional oleh penduduk setempat selama berabad-abad untuk mempermanis minuman dan ramuan herbal.
Senyawa utama yang memberikan rasa manis adalah steviol glikosida, khususnya rebaudioside A (reb-A), yang diketahui bisa 200 hingga 300 kali lebih manis dari gula biasa, namun tanpa kalori.
BACA JUGA:Stop ! 11 Makanan Ini Bisa Merusak Kesehatan Sendi Anda
BACA JUGA:Lebih dari Sekadar Minuman, Inilah Khasiat Luar Biasa Chamomile bagi Tubuh Anda !
Dengan sifat tersebut, stevia dengan cepat menjadi bahan favorit di industri makanan dan minuman. Saat ini, pemanis ini dapat ditemukan di berbagai produk seperti minuman ringan, teh, kopi, makanan ringan, permen bebas gula, yogurt, hingga produk roti dan kue.
Pada tahun 2008, stevia mendapatkan status Generally Recognized As Safe (GRAS) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), khususnya untuk senyawa reb-A yang telah dimurnikan.
Namun perlu dicatat, FDA belum memberikan izin penggunaan untuk daun stevia mentah atau ekstrak kasar dalam produk pangan, karena masih kurangnya data keamanan jangka panjang dari bentuk-bentuk tersebut.
Di awal kemunculannya, stevia sempat menimbulkan kekhawatiran, seperti dugaan dapat meningkatkan risiko kanker atau memengaruhi sistem reproduksi.
Namun, sejumlah penelitian dan evaluasi keamanan selama lebih dari satu dekade membantah kekhawatiran tersebut. Lembaga pengawasan seperti Center for Science in the Public Interest (CSPI) kini juga mengakui bahwa stevia dalam bentuk olahan reb-A cukup aman untuk konsumsi sehari-hari, selama digunakan sesuai anjuran.
Batas konsumsi harian yang direkomendasikan adalah sekitar 12 mg per kilogram berat badan. Artinya, bagi seseorang dengan berat badan 68 kg, batas aman konsumsi stevia setara dengan sekitar 40 sachet kecil per hari, jumlah yang cukup tinggi dan jarang tercapai dalam konsumsi normal.
Salah satu nilai lebih dari stevia adalah kemampuannya yang tidak meningkatkan kadar glukosa darah. Ini menjadikannya alternatif yang ideal bagi penderita diabetes atau mereka yang ingin menjaga kestabilan gula darah. Ahli gizi dan edukator diabetes dari NYU Langone, Leah Kaufman, menyebut stevia sebagai salah satu pemanis yang aman dan layak digunakan oleh pasien diabetes.
Penelitian yang diterbitkan dalam Nature Communications tahun 2017 juga mengungkapkan bahwa stevia mampu mengaktifkan protein tertentu dalam tubuh yang terlibat dalam persepsi rasa manis dan pelepasan insulin setelah makan.