Depresi Hantui Anak Sekolah ! Ini Temuan Mengejutkan dari Program CKG
IST Depresi menjadi fenomena yang kerap kali ditemui pada anak sekolah saat ini--
BACAKORANCURUP.COM - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mengangkat isu penting terkait kondisi kesehatan mental anak-anak dan remaja usia sekolah yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Ia menyampaikan bahwa gangguan kesehatan jiwa seperti kecemasan dan depresi kini banyak dialami oleh kelompok usia muda, khususnya mereka yang berada dalam rentang usia produktif belajar.
Dalam pernyataannya, Budi menyebut bahwa berdasarkan hasil dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah dilakukan di 72 Sekolah Rakyat di bawah Kementerian Sosial, terungkap bahwa sekitar 2 persen atau 1 dari 50 remaja berusia 15 hingga 24 tahun menunjukkan gejala depresi.
Program ini sendiri telah mencakup pemeriksaan terhadap lebih dari 7.000 siswa, memberikan gambaran nyata tentang kondisi psikologis anak-anak di sekolah.
BACA JUGA:Kulit Kusam dan Kendur ? Lawan dengan 7 Buah Kaya Kolagen Ini !
BACA JUGA:Bicara dengan Diri Sendiri Bisa Sembuhkan Luka Batin ? Ini Penjelasan Psikolog !
Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa selama ini banyak kasus gangguan mental pada anak tidak terdeteksi karena kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya kesehatan jiwa. Ia menyayangkan bahwa sering kali gejala yang dialami oleh anak-anak, seperti kecemasan berlebih atau kehilangan semangat, dianggap sepele dan tidak mendapat perhatian serius baik dari keluarga maupun lingkungan sekolah.
“Kita sering kali tidak menyadari bahwa anak-anak kita sedang menghadapi masalah kejiwaan yang serius. Selama ini belum ada mekanisme yang sistematis untuk mendeteksinya sejak dini,” ujarnya dalam konferensi pers peluncuran program CKG, Kamis (31/7), seperti dilansir dari detikhealth.
Salah satu faktor pemicu yang disoroti oleh Budi adalah penggunaan gawai (gadget) dan media sosial secara berlebihan. Menurutnya, paparan konten digital yang tidak terkontrol dapat memicu rasa cemas, tekanan sosial, hingga menurunnya kepercayaan diri pada anak dan remaja.
“Banyak dari mereka yang merasa tertekan, mengalami kecemasan, bahkan depresi karena terus-menerus membandingkan diri mereka dengan apa yang mereka lihat di media sosial. Ini yang mulai kita telusuri dan ukur dampaknya,” tambahnya.
BACA JUGA:Daunnya Kecil, Khasiatnya Hebat ! Ini Manfaat Daun Saga yang Mengejutkan
BACA JUGA:Sensasi Kopi Creamy Tanpa Susu ? Coba Racikan Kopi Yogurt Vietnam Ini !
Temuan lainnya yang tidak kalah mengkhawatirkan adalah bahwa 1 dari 10 pelajar usia 13 hingga 17 tahun mengaku pernah melakukan percobaan bunuh diri lebih dari satu kali dalam kurun waktu 12 bulan terakhir sebelum survei dilakukan.
Fakta ini menunjukkan bahwa gangguan kesehatan mental pada usia remaja bukan lagi isu tersembunyi, melainkan ancaman nyata yang membutuhkan penanganan serius.