Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Hearing Terkait Proyek Jalan Sukowati Curup, Dewan Sorot Soal Kualitas

Hearing komisi III DPRD Rejang Lebong bersama dinas PUPR dan kontraktor pelaksana serta konsultan pengawas Jalan S Sukowati di ruang DPRD Rejang Lebong.--

BACAKORANCURUP.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rejang Lebong menggelar hearing bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), kontraktor pelaksana serta kontraktor pengawas.

Pelaksanaan hearing ini digelar di ruang rapat DPRD Rejang Lebong, Senin (25/8). Adapun diketahui hearing ini membahas evaluasi proyek perbaikan jalan S. Sukowati yang menuai sorotan publik terkait kualitas pengerjaan.

Ketua Komisi III DPRD Rejang Lebong, Rizal Tahsin, menegaskan bahwa ada sejumlah poin penting yang menjadi temuan lapangan dan perlu segera dievaluasi. 

BACA JUGA:Soal Pejabat Eselon II yang Mundur, Ini Tanggapan Sekda Rejang Lebong

BACA JUGA:Pemkab Rejang Lebong Gelar Rapat MCSP, Targetkan Keluar dari Pantauan KPK 2026

“Masalah kualitas masih banyak kekurangan, begitu juga persoalan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang menjadi perhatian masyarakat. Untuk kelanjutan proyek, mekanisme sanksi terhadap kontraktor sepenuhnya berada di bawah kewenangan Dinas PUPR,” jelas Rizal.

Ia menambahkan, DPRD tetap melakukan langkah antisipasi dengan membatasi pencairan dana proyek yang disesuaikan dengan opname terakhir di lapangan.

BACA JUGA:Resmi Dilantik, Pertina Kepahiang Siap Lahirkan Petinju Hebat

BACA JUGA:Desa Suban Ayam Gelar Senam Bersama dan Donor Darah Meriahkan HUT RI ke-80

Selain itu, DPRD bersama masyarakat meminta agar jalan tersebut diperbaiki sesuai standar kontrak. “Kita minta hasilnya mulus, tidak bergelombang, dan volumenya sesuai kontrak. Untuk teknisnya, pengawasan tetap dilakukan oleh Dinas PUPR,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Rejang Lebong, Anton Doriska, menyoroti hasil sidak lapangan yang dilakukan pada 19 Agustus lalu.

Ia menilai banyak hal yang harus diperbaiki karena dinilai tidak mencerminkan program 100 hari kerja Bupati.

BACA JUGA:Predator Seksual Bermodus Love Scamming Menyasar Pelajar Rejang Lebong, Korban Rela Menipu hingga Mencuri

BACA JUGA:Petani Kopi di Suban Ayam Was-was Pasca Perampokan

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan