Bukan Sekadar Enak, Ini Prediksi Tren Makanan 2026 yang Punya Fungsi Kesehatan
Seafood menjadi salah satu makanan yang bisa memicu gatal-gatal di badan--
Perpaduan rasa manis dan pedas atau dikenal dengan istilah swicy diperkirakan masih menjadi tren global pada 2026. Kombinasi ini dinilai mampu memberikan keseimbangan rasa yang unik dan memikat lidah.
Tren swicy tidak hanya hadir pada makanan utama, tetapi juga merambah camilan dan menu sarapan. Produk dengan rasa madu pedas, saus buah-pedas, hingga cokelat pedas mengalami peningkatan peluncuran secara global. Restoran pun mulai mengadaptasi konsep swicy, terutama pada menu pizza dan ayam goreng, karena dianggap mampu menarik konsumen lintas generasi.
5. Hojicha, Alternatif Teh yang Kian Diminati
Hojicha merupakan teh hijau asal Jepang yang dipanggang hingga menghasilkan warna cokelat kemerahan. Proses pemanggangan ini memberikan aroma smoky dan rasa nutty yang khas, sekaligus menurunkan kadar tanin dan kafein.
BACA JUGA: Satpol PP Rejang Lebong Segera Tindak Pemilik Hewan Berkaki Empat yang Ganggu Ketertiban Umum
BACA JUGA: Kejari Rejang Lebong Mulai Panggil Pejabat KPU Terkait Ini
Kelangkaan matcha di pasar global turut mendorong meningkatnya popularitas hojicha. Pada 2026, hojicha semakin banyak ditemukan di kafe-kafe sebagai minuman alternatif, khususnya dalam bentuk hojicha latte. Di Inggris dan Amerika Serikat, minuman ini digemari karena rasanya lebih ringan dan cocok dikonsumsi kapan saja.
Tren makanan 2026 ini menunjukkan bahwa dunia kuliner bergerak ke arah yang lebih inovatif, fungsional, dan berkarakter.
Pengaruh media sosial, kesadaran kesehatan, serta keberanian mengeksplorasi rasa menjadi faktor utama dalam membentuk tren. Ke depan, makanan bukan sekadar kebutuhan, melainkan juga bagian dari gaya hidup dan identitas.