BACAKORANCURUP.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu telah mulai menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau kerja dari rumah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelang lebaran Idul fitri 2025. Penerapan kerja dari rumah itu telah dimulai sejak Senin 22 Maret hingga 27 Maret mendatang. Dalam kerja dari rumah itu, 50 persen ASN ada yang tetap kerja dari kantor.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Bengkulu H Herwan Antoni SKM MKes MM mengatakan, selama kebijakan WFA, maka kerja ASN itu dibagi melalui sistem piket.
"Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membagi sistem piketnya," terang Herwan, dilansir dari BE.
Penerapan WFA ditandai dengan diterbitkannya Surat Edaran Nomor B.000.8/2/B.5/2025 tentang penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan bagi ASN, serta menjamin kelancaran pelayanan publik selama periode libur panjang. Menurut Herwan, hal itu untuk memastikan semua pelayanan publik tetap berjalan. Sebab, kebijakan WFH itu 50 persen kerja dari rumah dan 50 persen kerja di kantor.
"Bagi Kepala OPD, kepala bidang, staf yang tidak WFH tetap kerja di kantor sesuai dengan surat edaran tersebut," tambahnya.
BACA JUGA:Maverick Vinales Pasang Target Realistis di MotoGP Amerika 2025
BACA JUGA:Pemkot Imbau ASN Bayar Zakat di Baznas
Meski diterapkan kebijakan WFH, menurut Herwan, sistem kerja piket itu hanya diterapkan di kantor saja. Sementara bagi pelayanan dan layanan dasar seperti rumah sakit (RS) tetap berjalan normal seperti biasa. Dengan begitu, masyarakat tidak terhambat ketika ingin mendapatkan layanan kesehatan di fasilitas pemerintah.
"Mudah-mudahan tidak ada hambatan," tutur Herwan.
Setelah kebijakan WFH, menurut Herwan, para ASN ini nantinya menjalankan libur lebaran Idul Fitri. Libur panjang itu dimulai pada 27 Maret hingga 7 April. Ada sekitar 10 hari, para ASN itu menikmati libur panjang.
"Kita minta semua OPD, program kerja bisa selesai sebelum lebaran ini," ungkapnya.
Disisi lain, pada lebaran nanti, menurut Herwan, pemprov telah membuat posko terpadu. Tidak hanya posko untuk bantuan bencana, namun juga ada posko kesehatan.
"Posko kesehatan juga dibuat pada masing-masing pemda yang mendirikan posko. Termasuk kita siapkan pos terpadu di kawasan wisata Pantai Panjang," pungkas Herwan.