Menurut Agus, data Mandiri Spending Index per Maret ini hanya tumbuh 1,4% secara mingguan atau week to week. Merosot tajam bila dibandingkan dengan pertumbuhan data indeks pada periode yang sama tahun lalu sebesar 4,7% secara mingguan.
"Ini menjadi indikasi bahwa memang konsumsi masyarakat di periode saat ini cenderung defensif," tegasnya.
Agus menganggap, ada sejumlah faktor yang menyebabkan fenomena tersebut muncul pada momen jelang Lebaran 2025, di antaranya adanya indikasi penurunan jumlah orang yang mudik, serta mobilitas masyarakat yang juga ada tendensi penurunan.
"Sehingga dalam hal ini menyebabkan perputaran uang juga melambat di Lebaran tahun ini," pungkasnya.
Kategori :