Soal Gas Melon Langka, TPID Bakal Cek Ketersediaan Gas di Pangkalan

Asli Samin--
BACAKORANCURUP.COM - Menyikapi adanya keluhan masyarakat perihal sulitnya mendapatkan LPG 3 kg atau gas melon belakangan ini, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Rejang Lebong bakal melakukan investigasi langsung, terkait keluhan masyarakat mengenai hal tersebut. Apalagi keluhan tersebut mendekati perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024.
"Pemerintah tidak diam, bahkan sampai hari ini pun kami masih mengumpulkan keluhan-keluhan yang masuk dari masyarakat terkait gas LPG 3 kg itu. Maka salah satu langkah pemerintah ialah mengecek langsung ketersediaan gas itu di lapangan," kata Asisten II Bagian Perekonomian dan SDM, Asli Samin Mkes yang dijumpai wartawan di Curup.
Diakuinya, pada posisi sekarang TPID belum bisa sepenuhnya mengidentifikasi penyebab kejanggalan distribusi gas LPG 3 kg yang ada di Kabupaten Rejang Lebong.
Oleh karena itu, TPID merencanakan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan mendalam di pangkalan gas dan warung-warung setempat.
BACA JUGA:Tak Dianggarkan di APBD 2025, Pengadaan Seragam Gratis jadi Sorotan Publik
BACA JUGA:Transfer TPG Langsung ke Rekening Guru Mulai 2025 ?
"Nanti akan kita cek langsung ke panggkalan-pangkalan, bahkan juga warung," ujarnya.
Rencana aksi ini, sebut Asli, dijadwalkan akan dilaksanakan pekan depan dengan melibatkan sejumlah mitra strategis, di antaranya Satgas Pangan (Polres), Bulog, dan Satpol PP.
"Karena kalau info dari Kadis Perdagangan, distribusi gas LPG 3 kg ke Rejang Lebong masih aman dan normal, dimana dalam sehari ada 12-13 truk yang masuk ke Rejang Lebong. Yang satu truknya berisikan 500-560 tabung," beber dia.
Untuk itu, langkah ini diharapkan dapat memberikan gambaran konkret tentang permasalahan distribusi gas LPG 3 kg dan menemukan solusi tepat untuk memastikan ketersediaan gas bagi masyarakat.
"Persoalan sulitnya mendapatkan gas LPG 3 kg yang dikeluhkan masyarakat ini bisa teratasi, sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat selama periode Nataru," demikian Asli.