Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Harga Beras di Rejang Lebong Naik dan Stok Menipis, Petani: Imbas Dam Jebol dan Akhir Musim Panen

Stok Beras di KUD Usaha Mulya Talang Benih Curup.-razik/ce-

BACAKORANCURUP.COM - Harga beras di Kabupaten Rejang Lebong kembali mengalami kenaikan dalam sebulan terakhir. Kenaikan ini dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku distribusi pangan, salah satunya Koperasi Unit Desa (KUD) Mulya usaha Kelurahan Talang Benih.

Ari Andaya, Ketua KUD Mulya Usaha mengungkapkan bahwa harga beras Talang Benih kini naik dari sebelumnya Rp220.000 menjadi Rp240.000 per kaleng. Untuk diketahui, satu kaleng beras setara dengan 16 kilogram.

Ia mengatakan tidak tau secara pasti kenaikan beras jenis lain karena beras talang benih ini mengikuti harga beras di pasaran. Ia juga menyebutkan bahwa beras talang benih ini termasuk jenis premium karena rasanya yang berbeda.

BACA JUGA:Bulog Rejang Lebong Salurkan Banpang Beras ke 3 Kabupaten, Ini Total Penerimanya

BACA JUGA:Heboh ! Beras Kemasan Merek Terkenal Diperiksa Polisi, Ini Daftarnya

“Kenaikan ini mulai terasa sekitar sebulan yang lalu. Harga beras Talang Benih memang ikut harga pasar, jadi wajar kalau ikut naik. Apalagi sekarang sudah masuk akhir musim panen, stok beras dari petani makin sedikit,” jelas Ari saat ditemui wartawan pada Senin (28/7).

Ari menambahkan, kondisi diperparah dengan jebolnya salah satu dam irigasi di wilayah Karang Anyar. Kejadian tersebut berdampak langsung terhadap aliran air ke area persawahan di Talang Benih, yang selama ini menjadi salah satu lumbung padi di Rejang Lebong.

BACA JUGA:Kasus Beras Oplosan Makin Panas, 26 Merek Premium Ini Masuk Radar Satgas Pangan

BACA JUGA:Penyaluran Banpang Beras Gunakan DTSEN

“Dam di Karang Anyar jebol, jadi aliran irigasi ke sawah jadi agak kering. Ini menyebabkan jadwal tanam bergeser dan hasil panen juga jadi tidak optimal. Sekarang stok beras di KUD ini tinggal 40 sampai 60 kaleng saja. Padahal biasanya bisa sampai 100 sampai 200 kaleng untuk awal bulan,” ungkapnya.

BACA JUGA:Kasus Beras Oplosan Harus Diusut Tuntas, Kerugian Negara Capai Rp1.000 Triliun

BACA JUGA:809 Ton Beras Petani Diserap Perum Bulog

 

Meski ia tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga untuk jenis beras lainnya, Ari menegaskan bahwa kondisi ini harus segera mendapat perhatian dari pemerintah, khususnya dalam hal perbaikan infrastruktur irigasi dan pengelolaan distribusi beras.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan