Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Sekolah Rakyat di Rejang Lebong Resmi Ditunda 1 Tahun, Ini Penjelasan Dinsos

Lince Malini SP, Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Rejang Lebong.-Razik/CE -

BACAKORANCURUP.COM – Harapan masyarakat Kabupaten Rejang Lebong untuk segera menyaksikan beroperasinya Sekolah Rakyat harus tertunda.

Program pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera yang awalnya dijadwalkan mulai tahun ajaran 2025/2026, dipastikan mundur satu tahun.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Rejang Lebong, Lince Malini, menjelaskan penundaan ini lantaran Rejang Lebong masuk dalam kategori daerah rintisan tahap kedua. Alhasil, kegiatan belajar mengajar (KBM) baru akan resmi dimulai pada tahun ajaran 2026/2027.

BACA JUGA:DPRD Rejang Lebong Gelar Paripurna KUA-PPAS, Defisit Anggaran Hingga Rp259,7 Miliar

BACA JUGA:Bupati Rejang Lebong Dorong Tripartit Rumuskan Kebijakan Ketenagakerjaan yang Berkeadilan

“Secara kesiapan sebenarnya sudah cukup. Gedung sementara ada, siswa juga sudah terdata. Namun karena kita ditetapkan sebagai rintisan tahap kedua, maka realisasi programnya baru bisa dilaksanakan tahun depan,” ujar Lince, Selasa (16/9).

Meski mundur, Pemkab memastikan konsep Sekolah Rakyat tetap berjalan. Selama menunggu pembangunan gedung permanen, proses pembelajaran sementara akan dilaksanakan di Balai Latihan Kerja Masyarakat (BLKM) Curup.

BACA JUGA:Realisasi PAD Rejang Lebong Baru 47 Persen, Pemkab Genjot Pemungutan Jelang Akhir Tahun

BACA JUGA:Pelantikan PPPK di Rejang Lebong Masih Tertunda, Ini Kata Bupati Fikri

Rencananya, gedung Sekolah Rakyat akan dibangun di lahan seluas 5 hektare di Desa Tebat Tenong Luar, Kecamatan Bermani Ulu Raya. Pembangunan dijadwalkan dimulai Januari 2026 dengan alokasi anggaran sebesar Rp200 miliar yang bersumber dari APBN.

“Selama masa transisi, siswa rintisan akan menjalani kegiatan belajar di BLKM Curup,” tambah Lince.

Tidak hanya gratis biaya pendidikan, program ini juga memberikan fasilitas asrama lengkap bagi siswa. Seluruh kebutuhan, mulai dari seragam, konsumsi, kebutuhan harian, hingga bimbingan pembina ditanggung penuh oleh pemerintah.

“Pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan pendidikan gratis, bermutu, dan layak bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera di Rejang Lebong,” tutupnya

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan