Kenaikan PPN 12 Persen Tetap Terjadi, Sosiolog Singgung Inkonsistensi Prabowo

--

Padahal seharusnya, lanjut Sigit, pajak dikenakan kepada masyarakat berpendapatan tinggi dan dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk pelayanan dari pemerintah yang mudah, murah dan cepat.

Sayangnya, "Pajak yang menjadi pendapatan negara banyak disalahgunakan oleh penguasa, baik dalam bentuk perjalanan dinas, proyek-proyek pembangunan yang tidak menyentuh kehidupan rakyat, dan yang terbesar korupsi."

Sehingga, meskipun pajak terus naik dan jenis-jenisnya terus bertambah, menurut Sigit, layanan pemerintah tidak semakin baik.

Tak ayal, ia menyebut bahwa pemerintahan Prabowo inkonsistensi  dengan janji kampanyenya.

"Pemerintah Prabowo sangat tidak konsisten. Kampanye ingin meningkatkan kesejahteraan rakyat, tapi belum ada 3 bulan sudah membebani rakyat dengan pajak. Ini karena jumlah menteri dan lembaga membengkak menjadi 100 lebih sehingga memerlukan biaya operasional yang sangat besar," pungkasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan