Penyebab Stres Bisa Membuat Sistem Kekebalan Tubuh Melemah

--
BACAKORANCURUP.COM - Stres adalah respons tubuh terhadap tekanan atau tantangan yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Baik itu pekerjaan, masalah keluarga, atau tekanan sosial, stres dapat muncul dalam berbagai bentuk. Namun, tahukah Anda bahwa stres tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan fisik kita, termasuk sistem kekebalan tubuh?
Sistem kekebalan tubuh adalah garis pertahanan utama tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit. Ketika tubuh mengalami stres, sistem kekebalan tubuh dapat terganggu, yang membuat kita lebih rentan terhadap penyakit. Berikut adalah beberapa alasan mengapa stres dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.
1. Peningkatan Hormon Kortisol
Ketika tubuh menghadapi stres, kelenjar adrenal melepaskan hormon kortisol sebagai bagian dari respons "fight or flight" (lawan atau lari). Kortisol memiliki banyak fungsi, salah satunya adalah menekan peradangan. Namun, jika kadar kortisol tetap tinggi dalam jangka waktu lama akibat stres kronis, hal ini dapat menurunkan efektivitas sistem kekebalan tubuh.
Kortisol yang tinggi dapat menghambat produksi sel-sel imun yang penting, seperti sel T dan sel B, yang bertanggung jawab dalam melawan infeksi. Selain itu, kortisol juga dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk memproduksi antibodi, yang membuat tubuh lebih rentan terhadap virus dan bakteri.
2. Gangguan pada Tidur
Stres dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang. Orang yang sedang stres cenderung mengalami kesulitan tidur atau tidur yang tidak nyenyak. Tidur yang buruk berdampak langsung pada kesehatan sistem kekebalan tubuh. Saat tidur, tubuh memperbaiki dan memulihkan diri, termasuk memperkuat sistem imun. Kekurangan tidur dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk memproduksi sel-sel imun dan antibodi, sehingga tubuh lebih mudah terserang infeksi.
3. Peningkatan Peradangan
Stres kronis dapat menyebabkan peradangan sistemik dalam tubuh. Peradangan jangka panjang yang disebabkan oleh stres dapat merusak jaringan tubuh dan mengganggu fungsi normal sistem kekebalan tubuh. Pada kondisi peradangan yang tinggi, tubuh cenderung lebih mudah mengalami gangguan imun, yang pada gilirannya membuat kita lebih rentan terhadap penyakit autoimun dan infeksi.