Kontroversi Ban Michelin Pasca Insiden Jorge Martin di Tes MotoGP Sepang

ist Kontroversi Ban Michelin Pasca Insiden Jorge Martin di Tes MotoGP Sepang.--
BACAKORANCURUP.COM - Ketegangan memuncak di paddock MotoGP setelah insiden yang menimpa Jorge Martin dalam tes pramusim Sepang. Aprilia menyoroti kemungkinan adanya masalah pada ban Michelin, sementara pihak Michelin dengan tegas membantah tuduhan tersebut.
Di tengah kontroversi ini, kedua pihak bersikeras dengan argumen masing-masing, sementara investigasi terus berlanjut untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Bagaimana dampaknya bagi persiapan musim 2025? Ketegangan meningkat antara Aprilia dan produsen ban MotoGP, Michelin, menyusul beberapa kecelakaan yang dialami pembalap Aprilia selama tes pramusim di Sepang.
Insiden yang menimpa juara dunia 2024, Jorge Martin, menjadi sorotan utama dalam polemik ini.
Massimo Rivola, Direktur Olahraga Aprilia Factory MotoGP, menduga bahwa ban Michelin berperan dalam kecelakaan tersebut. Namun, dugaan ini langsung dibantah oleh Direktur Balap Motor Michelin, Piero Taramasso.
Taramasso menegaskan bahwa ban yang digunakan Jorge Martin saat insiden di hari pertama tes adalah ban produksi tahun 2024.
Ia juga menekankan bahwa semua ban yang dipakai para pembalap adalah ban baru, bukan ban bekas atau usang, serta telah disesuaikan dengan kondisi lintasan.
"Kami tidak memiliki masalah dengan ban. Ban tersebut diproduksi tahun lalu, belum pernah dipanaskan sebelumnya, dan memiliki kualitas yang mendukung performa tinggi di lintasan," ujar Taramasso.
BACA JUGA:Tes MotoGP Sepang, Morbidelli Tercepat, Quartararo Tempel Ketat
BACA JUGA:Marcelo Pensiun di Usia 36 Tahun
Ia juga menambahkan bahwa performa Jorge Martin sebelum insiden justru menunjukkan keunggulan, yang membuktikan bahwa ban bekerja dengan baik.
"Pada putaran awal sebelum kecelakaan, Jorge Martin lebih cepat dari pembalap lain," kata Taramasso, membantah dugaan Rivola terkait ban belakang tipe medium asimetris.Lebih lanjut, Michelin menyatakan bahwa mereka tidak menemukan adanya cacat produksi atau malfungsi pada ban yang digunakan Jorge Martin.
"Ban berada dalam suhu dan tekanan yang tepat. Tidak ada indikasi teknis yang menghubungkan ban dengan kecelakaan itu," tegas Taramasso.
Selain menangani kontroversi ini, Michelin juga memanfaatkan tes pramusim Sepang untuk menguji ban depan terbaru, termasuk dua model yang direncanakan rilis pada 2026.
Model ketiga, yang berbasis konstruksi produksi 2024/2025 tetapi dengan kompon baru, juga diuji. Empat pembalap mencoba ban baru tersebut pada Rabu, 5 Februari 2025, dan tanggapan awal mereka cukup positif.