Tahun Ini, Penetapan Lebaran 2025 Muhammadiyah Terakhir Menggunakan Hisab, Selanjutnya Mengacu KHGT

Ilustrasi Net--

Merujuk laman Tarjih, keputusan ini ditetapkan melalui Munas Tarjih Pekalongan 23-25 Februari 2024. Ada dua hal yang melandasi Muhammadiyah kemudian menjadikan KHGT sebagai rujukan untuk menetapkan tanggal-tanggal penting dalam Islam, termasuk Idul Fitri

Pertama, setelah ribuan tahun, umat Islam belum memiliki kalender yang reliabel sebagai acuan dalam amal ibadah, seperti Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha karena pada event-event tersebut kalender bisa berubah akibat kemampuan rukyat manusia yang juga kurang reliabel.

Kedua, untuk ibadah shalat sehari-hari waktu atau jam telah mampu mengkonversi fenomena alam ke dalam hitungan. Buahnya, umat Islam tidak perlu lagi untuk melihat posisi matahari secara langsung untuk menjalankan ibadah shalat.

Oleh karena itu, pikiran untuk melakukan unifikasi kalender Hijriyah telah menjadi perhatian Majelis Tarjih maupun pimpinan Persyarikatan.

Dalam buku Unifikasi Kalender Hijriyah yang diterbitkan Majelis Tarjih dan Tajdid tahun 2015 ditegaskan bahwa upaya penyatuan kalender Islam itu bukan sekedar untuk menyikapi perbedaan awal Ramadhan dan Syawal.

Tetapi, unifikasi dibutuhkan sebagai respons atas kebutuhan untuk mendapatkan kepastian dan kemapanan dalam kalender Hijriyah.

 

Ada tiga alasan unifikasi kalender yang dikemukakan Majelis Tarjih.

1. Kalender itu sepatutnya dapat meramal waktu hingga jauh ke depan untuk memberi kepastian.

2. Kalender dapat merunut waktu ke belakang karena adanya logika pasti, bukan karena diskresi

3. Kalender dapat menempatkan waktu waktu ibadah umat Islam.

 

Kelebihan dan Kekurangan KHGT

Masih merujuk laman Tarjih, berikut penjabaran tentang kelebihan dan kekurangan KHGT:

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan