Pelayanan Hemodialisa di RSUD Curup Dihentikan Sementara, Pasien Gagal Cuci Darah dan Alami Kepanikan
Kondisi di RSUD Curup pasca mengetahui pelayanan hemodialisa dihentikan sementara.-Razik/CE -
BACAKORANCURUP.COM - Puluhan pasien hemodialisa di RSUD Curup Kabupaten Rejang Lebong mengalami keterlambatan jadwal cuci darah. Ini akibat bahan habis pakai (BHP) untuk layanan hemodialisa tidak tersedia.
Informasi terhimpun kondisi ini terjadi sejak Selasa (15/7) dan membuat pasien gagal menjalani prosedur medis yang sangat krusial tersebut. Disampaikan Gamuria yang merupakan salah satu keluarga pasien mengungkapkan kekecewaannya terhadap situasi ini.
BACA JUGA:Bangun RSUD dan Genjot Pariwisata, Pemkab Rejang Lebong Gandeng PT GIF
BACA JUGA:RSUD Rejang Lebong Masih Tunggu Hibah Alkes
Ia menyebut bahwa banyak pasien yang seharusnya menjalani cuci darah harus tertunda, bahkan harus mencari alternatif rumah sakit di luar daerah.
“Sudah sejak hari Selasa mulai ada keterlambatan. Hari ini (Jumat pagi), BHP baru tersedia tapi jumlahnya terbatas. Banyak pasien panik, karena harus cuci darah sesuai jadwal,” ujar Gamuria kepada awak media.
BACA JUGA:Rejang Lebong Usulkan 6 Lokasi Dapur MBG, Ini Titiknya!
BACA JUGA:227 Unit Kerja Wajib Siapkan Dokumen Lengkap Saat Pemanggilan
Ia menambahkan bahwa beberapa pasien telah lebih dulu mendapatkan rujukan ke rumah sakit lain, sementara sebagian besar lainnya masih menunggu kepastian dari pihak RSUD Curup. Usaha pencarian tempat cuci darah di rumah sakit sekitar Kabupaten Rejang Lebong pun tidak membuahkan hasil, karena sebagian besar rumah sakit rujukan sudah penuh.
Merespons hal tersebut, Plt Direktur RSUD Curup, Nova Frisca Elianti, M.Kes, memberikan klarifikasi kepada wartawan mengenai situasi darurat ini. Ia menyatakan bahwa penghentian sementara layanan hemodialisa terjadi karena kesalahan teknis, tanpa menjelaskan lebih lanjut detailnya.
BACA JUGA:Komisi I Bakal Panggil BPJS Kesehatan dan RSUD Rejang Lebong
BACA JUGA:Dewan Sidak ke RSUD
“Kami mohon maaf atas situasi ini. Kami sudah melakukan audiensi dengan keluarga pasien dan berkoordinasi dengan Bupati Rejang Lebong serta Gubernur. Untuk saat ini sudah mendapatkan arahan bahwa pasien HD bisa melakukan cuci darah di RSUD M Yunus Bengkulu,” jelas Nova Frisca.
Sebagai tindak lanjut, RSUD Curup membantu memfasilitasi dalam hal administrasi dan transportasi. Bahkan, pihak Pemkab Rejang Lebong telah menyediakan mess pemerintah daerah bagi pasien dan pendamping agar tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan selama menjalani pengobatan di luar kota.