Pastikan Produk Pangan Bebas Zat Adiktif, BPOM Gelar Advokasi Pangan Aman di RL

Penandatanganan komitmen soal pangan aman.-IST/CE -

Curupekspress.bacakoran.co - Pastikan keamanan pangan desa, jajanan anak sekolah dan pasar aman dari bahan berbahaya, seperti rodamin, boraks, dan formalin.

Selasa 30 april kemarin, Balai POM Bengkulu menggelar advokasi lintas sector pelaksanaan program desa pangan aman, jajan anak sekolah aman dan pasar aman berbasis komunitas di Hotel Sepanak Curup.

Bupati Rejang Lebong Drs H Syamsul Effendi MM diwakili Staf Ahli Andi Afrianto SE dalam sambutannya menyampaikan, peran Balai POM ini sangatlah strategis.

Yakni memberikan perlindungan masyarakat dalam pengamanan obat dan makanan.

Bahkan selain berperan melindungi masyarakat dalam hal makanan, Balai POM juga berperan dalam peningkatkan mutu produk yang dijual.

BACA JUGA:Seremonial Pelepasan CJH Dibatasi Maksimal 30 Menit

BACA JUGA:Penanganan Longsor Tebing STM Mulai Diteliti PUPR

"Melalui kegiatan advokasi soal pangan aman bersama Balai POM dan linatas sektor ini. Kita menargetkan, agar makanan atau jajanan yang diperjual belikan di Kabupaten Rejang Lebong ini, bebas dari bahan-bahan yang berbahaya," ujar Andi.

Dijelaskannya, dalam menjalankan peran dan tugas pengawasan obat dan makanan ini. Balai POM juga tentu memerlukan kordinasi dan kolaborasi dengan lintas sector.

Untuk itulah ungkap Andi, kegiatan advokasi Balai POM bersama lintas sektor ini sangat perlu untuk dilaksankan.

"Kami ucapkan terimakasih kepada Balai POM telah merealisasikan gerakan pangan aman nasional. Dengan terpilihnya desa Rimbo Recap,  Desa Air Meles Bawah, Pasar Barumanis, SDN 4 RL, SDN 7 RL, SDN 77 RL, SDIT Binbaz, SMPN 1 RL, SMPN 4 RL, SMKN 1 RL, dan MAN Rejang Lebong yang akan diintervensi Balai Pom. Diharapkan kedepannya Rejang Lebong benar-benar terbebas dari makanan tak layak jual," terangnya 

Sementara itu Kepala Balai POM Bengkulu, Yogi Abaso Mataram SSi Apt menjelaskan,  pada tahun ini memang pihaknya menargetkan Rejang Lebong dan Kota Bengkulu sebagai wilayah yang akan diintervensi tahun 2024 ini.

Dimana pelaksanaan intervensi sendiri, itu akan dilaksankan hingga akhir tahun 2024 nanti.

"Hingga akhir tahun nanti, kita akan mengintervensi terkait program desa pangan aman, jajan anak sekolah aman dan pasar aman berbasis komunitas. Kami akan pastikan, keamanan pangan desa, jajanan anak sekolah dan pasar aman dari bahan berbahaya seperti rodamin, boraks, dan formalin. Karena kita juga menargetkan, Indonesia emas tahun 2045 terbebas dari makanan yang mengandung bahan berbahaya," jelasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan