BACA JUGA:BWF World Tour Finals 2024, Jonatan Christie dan Gregoria Tumbang
BACA JUGA:City Kalah Menyakitkan dari Juventus
Ban belakang Michelin, yang memiliki grip kuat dan pita kerja sempit, memungkinkan sudut kemiringan motor lebih dari 60 derajat.
Mesin V4 yang ramping dianggap lebih cocok untuk karakteristik ini dibandingkan mesin inline-4 yang lebih lebar.
Mesin V4 memiliki keunggulan pada torsi agresif saat keluar tikungan, cocok untuk gaya balap stop-and-go dan sudut menikung V-style.
Sementara itu, mesin inline-4 lebih mengandalkan ban depan yang kuat dan unggul dalam kecepatan menyapu tikungan.
Namun, mesin inline-4 memiliki keterbatasan pada putaran mesin di atas 18.000 rpm.
Getaran akibat desain crankshaft dan camshaft yang lebih lebar sering dikeluhkan pembalap, mengganggu sistem transmisi dan menyebabkan floating pada katup.
Sebaliknya, desain crankshaft dan camshaft mesin V4 yang lebih pendek memberikan kinerja lebih stabil.
Remy Gardner, pembalap PATA Yamaha di World Superbike, pernah membandingkan mesin KTM V4 dengan Yamaha YZR-M1.
“KTM V4 memiliki kurva tenaga lebih linier, sedangkan YZR-M1 lebih lemah pada putaran rendah dan lebih mirip karakter mesin dua langkah,” kata Gardner.
Terbaru, Yamaha MotoGP Factory akan melakukan pengujian tertutup di Sirkuit Internasional Sepang sebelum akhir tahun ini.
Rumor menyebutkan, Yamaha akan menguji mesin V4 mereka, dengan Cal Crutchlow sebagai pembalap penguji resmi dan Andrea Dovizioso sebagai pembalap konsultan.
Jika benar, kemungkinan besar sasis dan aerodinamika depan YZR-M1 V4 akan mengalami banyak penyesuaian.