Alasan Gak Perlu Berjanji Muluk pada Pasangan

Alasan Gak Perlu Berjanji Muluk pada Pasangan --
4. Menghargai Proses dan Perjalanan Hubungan
Berjanji tentang masa depan yang sempurna atau hal-hal besar terkadang membuat kita melupakan pentingnya menikmati perjalanan hubungan. Setiap hubungan memiliki dinamika dan prosesnya masing-masing. Alih-alih fokus pada apa yang dijanjikan di masa depan lebih baik fokus pada bagaimana menjalani hubungan ini bersama, saling tumbuh dan belajar dari satu sama lain.
5. Janji yang Terlalu Besar Dapat Menumbuhkan Ekspektasi Tidak Realistis
Janji muluk cenderung menciptakan ekspektasi yang tidak realistis. Pasangan bisa jadi menaruh harapan yang sangat tinggi pada kita, yang pada akhirnya akan membuat kita merasa tertekan untuk memenuhi harapan-harapan tersebut. Ketika harapan itu tidak tercapai perasaan kecewa akan muncul dan hubungan dapat terganggu. Lebih baik untuk berbicara secara jujur tentang apa yang dapat dan tidak bisa dilakukan daripada menjanjikan sesuatu yang mungkin tidak mampu dipenuhi.
6. Kejujuran dan Transparansi Lebih Berarti
Daripada berjanji untuk selalu ada lebih baik berbicara tentang bagaimana mendukung satu sama lain dalam keadaan apapun. Kejujuran dalam hubungan lebih berharga daripada sekedar janji yang muluk. Saat kita transparan tentang apa yang dapat kita lakukan dan apa yang tidak bisa, pasangan kita akan lebih menghargai kejujuran tersebut daripada janji yang hanya mengarah pada ekspektasi tinggi.
Janji muluk mungkin terdengar romantis dan menunjukkan komitmen yang besar tetapi pada kenyataannya janji yang tidak realistis justru dapat merusak hubungan.
Lebih baik fokus pada tindakan nyata, komunikasi yang baik dan menciptakan hubungan yang sehat dan saling mendukung. Ketika kita mampu berkomitmen untuk menjadi diri sendiri dan menerima pasangan dengan segala kekurangannya maka hubungan itu akan lebih kuat dan bertahan lama tanpa perlu berjanji muluk-muluk.