Lo Kheng Hong dan RUPST Bank Mandiri 2025 : Punya Ikatan tapi Tidak Hadir ?

IST Lo Kheng Hong, sumber foto dok. emitnnews.com--
“Peningkatan pencadangan kredit dan opex yang lebih tinggi menekan laba Bank Mandiri,” jelas Edward dalam riset yang dirilis Rabu (5/2/2025).
Meskipun laba tumbuh melambat, Bank Mandiri justru menunjukkan pertumbuhan kredit yang sangat kuat, yaitu 20% YoY sepanjang 2024. Bahkan, ekspansi kredit ini berhasil melampaui rata-rata industri. Pertumbuhan kredit BMRI didorong oleh dua segmen utama :
• Korporasi : tumbuh 27% YoY.
• Komersial : meningkat 23% YoY.
Kinerja ini menunjukkan bahwa meskipun laba bersih mengalami tekanan, Bank Mandiri tetap agresif dalam ekspansi kredit, yang berpotensi menjadi mesin pertumbuhan keuangan di masa depan.
Dengan mempertahankan dividend payout ratio 60%, Bank Mandiri tetap berusaha menyeimbangkan keuntungan bagi pemegang saham dengan pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Ke depan, BMRI kemungkinan akan fokus pada :
• Ekspansi kredit yang sehat untuk menopang pertumbuhan laba.
• Penguatan digital banking dan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional.
• Optimalisasi biaya operasional (opex) agar profitabilitas tetap terjaga.
Meskipun tantangan seperti kenaikan biaya operasional dan lonjakan biaya kredit masih ada, Bank Mandiri tetap menunjukkan daya saing yang kuat dalam industri perbankan nasional.