Ini Skema Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat Mulai 1 April 2025

Ilustrasi Net--

BACAKORANCURUP.COM - Pemerintah dalam waktu dekat akan mengoperasikan Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru 2025/2026 untuk tingkat sekolah menengah atas (SMA).

Sebagai persiapan, sekolah yang dikelola oleh Kementerian Sosial (Kemensos) itu mulai melakukan proses rekrutmen guru pada 1 April 2025.

Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Mohammad Nuh mengatakan pihaknya mencari dan menyeleksi guru yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki empati sosial untuk mengajar di Sekolah Rakyat.

Nuh menjelaskan pihaknya hanya akan menyeleksi para calon guru yang sudah memiliki sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG), yang diutamakan masih berstatus prajabatan atau belum memiliki penempatan di sekolah mana pun. Meski para calon guru sudah lulus PPG, kata dia, pihaknya tetap melakukan tes.

“Kami ingin tahu para guru itu punya empati sosial, tidak hanya kompetensi akademik yang bagus,” ujar Nuh usai Rapat Pleno Persiapan Penerimaan Siswa Baru Sekolah Rakyat di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu, 19 Maret 2025.

BACA JUGA:Tanpa Pungutan, Dikbud Yakin Pendidikan di Rejang Lebong Bisa Maksimal

BACA JUGA:Cerita dan Kesan Para Guru Yang Bisa Dapat Rumah Subsidi dari Pemerintah

Nuh juga menyebutkan pihaknya juga akan mencari guru yang transformatif agar mampu menumbuhkan kepercayaan diri para murid Sekolah Rakyat yang merupakan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Dia mengatakan Tim Formatur beserta Satgas Sekolah Rakyat sudah memetakan persebaran sekitar 60 ribu guru PPG Prajabatan berdasarkan kedekatan lokasi domisili masing-masing dengan Sekolah Rakyat.

Hal itu, kata dia, untuk mengefisiensikan mobilitas mereka ketika nantinya sudah lolos seleksi menjadi guru di Sekolah Rakyat, sehingga tidak perlu mencari rumah tinggal sementara (kos) ataupun menghabiskan waktu cukup lama untuk perjalanan pergi pulang ke sekolah.

Dua Opsi Perekrutan Guru Sekolah Rakyat

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pihaknya membuka dua opsi rekrutmen guru yang akan mengajar di Sekolah Rakyat. Dua opsi itu adalah guru dari aparatur sipil negara (ASN) atau guru yang telah bersertifikat pendidikan profesi guru. “Dua opsi itu yang masih dimatangkan,” kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 24 Maret 2025.

Gus Ipul menuturkan perencanaan rekrutmen guru dan kurikulum Sekolah Rakyat sudah dalam tahap final. Pematangan itu dipimpin oleh satgas yang dipimpin Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.

Dia memastikan tidak ada kesenjangan tata kelola antara Sekolah Rakyat dan sekolah-sekolah lain, karena pengelolaan Sekolah Rakyat juga bekerja sama dengan kementerian lain.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan